fenomena lg ank

Siapa yang tidak tahu lagu “Buka dikit, dong!” yang dinyanyikan oleh penyanyi beberapa orang penyanyi dangdut. Sudah dipastikan semua orang tahu, mulai dari ibu-ibu, tukang becak, petani, bahkan anak-anak, mereka sudah mengetahui lagu tersebut. Jika dilihat isi dari lagu tersebut, sama sekali tidak ada nilai positifnya. Mirisnya, lagu tersebut dinyanyikan oleh anak-anak, tanpa mereka tahu maksud dari lagu tersebut. Para artis yang menyanyikan lagu tersebut juga berpenampilan tidak sopan, parahnya lagi lagu dan penampilan mereka ditonton oleh anak-anak yang jelas-jelas dapat berpengaruh pada perkembangan anak. Selain lagu dangdut, lagu pop/ lagu dewasa yang bertemakan tentang percintaan, patah hati, perselingkuhan banyak disukai dan dinyanyikan oleh anak-anak.

Dulu banyak lagu anak-anak yang tayang di media masa seperti televisi. Namun sekarang nyaris tidak ada lagu khas untuk anak-anak. Kalaupun ada artis cilik yang menyanyi, tema lagunya bukan khusus disajikan untuk anak-anak tetapi malah temanya percintaan. Acara seperti idola cilik juga, meskipun acara anak-anak tetapi lagu yang dibawakan adalah lagu dewasa. Bintang tamunya pun bukan artis cilik, malah artis atau band dewasa. Sungguh menyedihkan. Padahal penonton yang ada di tempat tersebut adalah anak-anak.

fnmna lgu ank

Anak zaman sekarang mungkin sudah hilang masa kanak-kanaknya dikarenakan lagu dewasa yang selalu mereka nyanyikan. Seringnya anak mendengarkan lagu dewasa menyebabkan anak menjadi dewasa swbwlum waktunya. Bandingkan saja perbedaan anak zaman sekarang dengan zaman dulu. Kalau anak zaman dulu, ketika usia SD belum mengenal yang namanya suka pada lawan jenis atau pacaran. Mereka enjoy, menikmati pertemanan dengan yang lain. Namun anak zaman sekarang, kelas 1 SD saja sudah mengenal yang namaya pacaran, malahan ada yang sampai merasa patah hati karena putus dengan pacarnya. Sungguh kasihan anak-anak zaman sekarang.

Tetapi sekarang sudah mulai ada yang memproduksi lagu dan film yang mengandung lagu anak-anak dan pas untuk didengarkan oleh telinga anak-anak. Contohnya film “Ambikan Bulan Bu” Suatu hal yang perlu diapresiasi oleh para orang tua. Orang tua juga perlu mengawasi lagu-lagu yang dinyanyikan dan didengarkan oleh anak. Memang sulit untuk membuat anak tidak mendengarkan lagu-lagu dewasa karena dimanapun kita berada lagu yang diputar adalah lagu dewasa, dan hampir tidak pernah diputarkan lagu anak-anak. Namun sebagai orang tua, kita berkewajiban untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang lagu-lagu dewasa yang boleh dinyanyikan atau yang tidak boleh dinyanyikan. Berikan pula informasi tentang kandungan dari lagu-lagu dewasa yang sering diputar di media masa. Supaya anak memahami kenapa mereka dilarang untuk mendengarkan dan menyanyikan lagu dewasa yang dimaksudkan.

Kategori: Musik